Direksi PTBA Proyeksikan Harga Batu Bara Tetap Stabil pada Paruh Kedua
By Admin

Ilustrasi Tongkang Batubara
nusakini.com, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan produksi batu bara menyentuh angka 50 juta ton hingga penghujung tahun ini. Proyeksi tersebut didasarkan pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian ESDM yang mematok volume 53 juta ton.
Manajemen perseroan memaparkan capaian operasional ini dalam gelaran Public Expose Live pada Senin (7/9/2026). Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari, realisasi paruh pertama memang belum sepenuhnya memenuhi rencana.
"Produksi dan penjualan kami sedikit di bawah target untuk periode pertama atau semester I-2026," ungkap Una menjelaskan situasi operasional. Meskipun demikian, pihaknya tetap yakin target produksi yang mendekati 50 juta ton dapat tercapai pada akhir tahun.
Selama periode Januari hingga Juni 2026, volume produksi perusahaan energi ini tercatat sebesar 19,45 juta ton. Angka ini merepresentasikan sekitar 36,7 persen dari total target tahunan yang telah disetujui oleh pemerintah.
Sementara itu, total volume penjualan perseroan pada semester pertama dilaporkan mencapai 21,1 juta ton. Distribusi penjualan tersebut masih didominasi oleh pasar domestik yang menyerap 10,77 juta ton atau setara 51 persen.
Sisa hasil produksi kemudian dialokasikan untuk memenuhi tingginya permintaan ekspor sebanyak 10,33 juta ton. Penjualan luar negeri ini sukses mengalami peningkatan sebesar lima persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Vietnam, Bangladesh, dan India menjadi beberapa negara utama yang mendominasi tujuan ekspor batu bara perseroan. Capaian operasional secara menyeluruh tersebut berdampak sangat positif terhadap lonjakan laba bersih perseroan yang menembus Rp2,65 triliun.
"Kinerja tersebut didukung oleh pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara," jelas Una. Ke depan, jajaran direksi memprediksi tren harga komoditas ini akan terus bergerak stabil memasuki paruh kedua 2026.
Peningkatan laba yang meroket hingga 218 persen ini juga berjalan beriringan dengan naiknya arus pendapatan perseroan. PTBA diketahui sukses membukukan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun yang menunjukkan pertumbuhan 7,73 persen secara tahunan.
Kenaikan harga jual rata-rata sebesar 10 persen turut ditopang oleh menguatnya indeks batu bara di pasar global. Indeks Newcastle dilaporkan naik 25 persen, sementara ICI 3 tumbuh subur hingga 15 persen secara tahunan. (*)